Jakarta, 12/11 (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) Titiek Soeharto di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya telah mengembalikan peralatan yang dikirimkan Satuan Pelaksana Progam Indonesia Emas (Satlak Prima).

"Terpaksa kami kembalikan saja, karena spek-nya tidak sesuai untuk tim panahan, itu pun peralatannya yang untuk latihan, bukan pertandingan," kata Titiek usai pertemuan teknis dengan pelatih dan ofisial tim panahan SEA Games XXVI di Hotel Century Park, Jakarta.

Titiek mengatakan bahwa Perpani telah berkali-kali melayangkan permohonan agar peralatan pertandingan yang akan digunakan tim panahan segera dikirim, namun hal itu tak juga digubris.

"Dari mulai surat tertulis, permohonan informal, sampai bicara di depan Wakil Presiden pun sudah, yang belum hanya realisasinya," kata Titiek.

"Tiba-tiba kemarin sore malah dikirim alat untuk latihan, padahal kami sedang mempersiapkan venue. Itu pun spek-nya tidak cocok dengan yang digunakan atlet, jadi kami kembalikan saja," katanya.

Titiek berharap bahwa kurangnya perhatian pemerintah atas kebutuhan peralatan pertandingan tersebut tidak mengganggu konsentrasi para atlet, yang dibebani meraih empat medali emas untuk SEA Games kali ini.

"Mestinya kan semangat mereka naik kalau mendapat peralatan baru. Kalau dengan alat pertandingan yang sekarang saja mereka bisa berprestasi kan luar biasa," kata Titiek.

Enam belas atlet panahan Indonesia berjuang di arena SEA Games XXVI guna memperebutkan sepuluh medali emas untuk cabang olahraga itu.

Ika Yuliana dan kawan-kawan dijadwalkan mulai bertanding dalam babak kualifikasi, Minggu (13/11), sementara perebutan medali emas pertama untuk cabang panahan dijadwalkan pada Selasa (15/11), setelah babak kualifikasi yang digelar sehari sebelumnya.
(SDP-10)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011