Palembang, 24/8 (Antara News) - Korea Selatan mendapat dua medali emas pada pertandingan hari keenam pertandingan cabang olahraga menembak Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat.

Emas pertama Korsel diraih dari nomor 300 meter standard rifle putra lewat Youngjeon Choi dengan perolehan 569 poin di final, Jumat siang.  Di nomor ini, Korsel juga mendapat perunggu dari petembak Wongyu Lee yang meraih 563 poin. Sedangkan, perak diraih oleh Husaain Ghuwayli dari Arab Saudi dengan 568 poin

Emas kedua Korsel juga didapatkan dari nomor 10 meter running target putra lewat Youjin Jeong. Sebelumnya, di nomor ini mempertemukan empat petembak yang lolos kualifikasi untuk diadu pada semifinal. Petembak Youjin Jeong dari Korsel mengalahkan Huu Vuong Ngo dari Vietnam dengan skor 6-3. 

Baca juga: Target emas Indonesia di 300M standard rifle meleset

Sementara itu, pada semifinal lainnya, Myong Won Pak dari Korea Utara menumbangkan petembak Sejong Cho dari Korsel dengan skor 7-5.

Alhasil, dua petembak Korsel dan Korut bertemu di final, yakni Youjin Jeong dan Myong Won Pak. Pada nomor ini, hanya tembakan yang mengenai target bernilai 9 ke atas yang dihitung mendapat satu poin. Jeong berhasil melepaskan enam tembakan dengan nilai tinggi, sedangkan lawannya dari Korut hanya bisa empat. Jeong meraih emas dengan skor 6-4. 

Sedangkan medali perunggu diraih oleh petembak Vietnam Huu Vuong Ngo yang mengalahkan Sejong Cho dari Korsel dengan skor 6-1.

Dengan kemenangan tersebut, Korsel kini sudah menghimpun 10 medali emas di cabang menembak. Sebelumnya, kontingen negeri ginseng ini juga mendapat emas dari nomor double trap pria. Medali lainnya adalah empat perak dan tiga perunggu.

China masih menjadi kontingen peraih medali terbanyak dengan 10 medali. Mereka sudah mendapatkan tujuh emas, dua perak dan satu perunggu. Sementara itu, medali belum sekali pun dikalungkan ke petembak Indonesia.

Baca juga: Cabang menembak, "lumbung" emas Asian Games yang diabaikan

Baca juga: Sempat puncaki kualifikasi, petembak Indonesia gagal masuk final

Pewarta: Febrianto Budi Anggoro
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018