Atlet tolak peluru putri Indonesia Eki Febri Ekawati menyebut rasa sakit pada siku kanannya, membuat ia tidak mampu tampil maksimal pada Asian Games 2022, Jumat.
 
Sepanjang tiga percobaan melakukan tolak peluru, Eki hanya mampu mencatatkan tolakan sejauh 15,10 meter, 14,89 meter, dan 14,95 meter.
 
"Hasil hari ini ya lumayan jelek lah. 15,10 meter. Jauh dari rekor pribadi, personal best juga," kata Eki saat ditemui di mixed zone Stadion Hangzhou Olympics Sports Centre, Hangzhou.
 
"Seminggu, sekitar lima hari sebelum ke sini saya sikut terasa (sakit). Ada masalah di tendonnya," tambahnya.
 
Catatan itu sangat jauh dari tiga besar pemenang medali pada tolak peluru putri Asian Games 2022. Medali emas dimenangi atlet China Gong dengan tolakan terbaik sejauh 19,58 meter, medali perak jatuh ke atlet China lainnya Song Jiayuan dengan tolakan terbaik sejauh 18,92 meter, dan medali perunggu menjadi milik atlet India Kiran Baliyan dengan tolakan terbaik sejauh 17,36 meter.
 
Eki yang merupakan pemenang dua medali emas SEA Games itu menyatakan cedera yang dideritanya kemungkinan didapat saat melakukan latihan, dan saat ini cederanya telah ditangani tim medis dan ia hanya perlu melakukan pemulihan.
 
Atlet 31 tahun dengan catatan tolakan terbaik sejauh 15,77 yang diukirnya pada PON Papua 2021 itu, kemudian menjelaskan bahwa setelah Asian Games ini ia akan fokus berlatih untuk ajang-ajang selanjutnya.
 
"Selanjutnya kita tetap berlatih ya karena ada beberapa agenda di antaranya mungkin tahun depan PON ya, kembali ke daerah, latihan di daerah," tutur Eki.
 
Meski catatannya di Asian Games ini belum membuatnya senang, namun sebenarnya tolakan kali ini lebih baik ketimbang pada debut Asian Gamesnya di 2018 silam.
 
"Bagus ini lemparan (yang sekarang), dulu 14,80. Sekarang 15,10. Tapi belum puas ya, makanya harus tetap berlatih lagi," tutur atlet asal Jawa Barat itu.
 
Baca juga: Zohri pastikan tiket semifinal lari 100 meter Asian Games 2022
Baca juga: Roundup - Sepekan Asian Games, Merah Putih terseok di papan tengah

Pewarta: A080
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2023