Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mendukung terlibatnya polisi cilik selama Asian Para Games, yang akan digelar 8 Oktober mendatang, Jakarta.

"Acara pembukaan dan penutupan Asian Para Games akan melibatkan para polisi cilik atas dukungan Kapolri," ujar Ketua Indonesian Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari, Senin.

Raja menjelaskan bahwa 67 hari lagi Jakarta akan menjadi tuan rumah Asian Para Games.

Asian Para Games adalah multi-event yang diikuti oleh atlet disabilitas.

"Sekitar 5.000 atlet dan ofisial yang akan mengikuti acara ini, yang dimana 1.500 diantaranya menggunakan kursi roda," jelasnya.

Raja menambahkan, rapat finalisasi terkait Asian Para Games akan digelar setelah Asian Games.

Sebelumnya, INAPGOC bakal melibatkan masyarakat difabel pengguna kendaraan tiga roda untuk mendukung aktivitas kejuaraan empat tahunan ini di komplek Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Dengan semakin dekatnya Asian Para Games 2018, INAPGOC terus melakukan persiapan termasuk merekrut suka relawan yang berasal dari masyarakat difabel.

"Proses persiapan terus berjalan. Kami berharap banyak pihak bisa terlibat untuk mensukseskan Asian Paragames 2018," kata pria yang juga promotor tinju profesional itu.

Asian Paragames 2018 akan dipusatkan di satu tempat yaitu Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan. Untuk lokasi pertandingan sendiri juga terus disesuaikan dengan kebutuhan atlet maupun tim pendukungnya.

Saat ini, atlet Indonesia yang akan mengikuti Asian Para Games sedang menjalani pemusatan latihan terpusat di Solo, Jawa Tengah. Para atlet Asian Paragames ini mempunyai hak yang sama dengan Asian Games 2018 termasuk besaran bonus peraih medali emas yang sama yaitu Rp1,5 miliar.

Baca juga: Arena Asian Games ramah penyandang disabilitas

Baca juga: INAPGOC libatkan pengguna roda tiga di GBK

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018