Jakarta (ANTARA News) - Penyerang tim nasional putri Indonesia Zahra Muzdalifah menyebut skuatnya terus membenahi penyelesaian akhir menjelang bertanding di Asian Games XVIII 2018.

"Kami masih kurang di 'finishing' (penyelesaian akhir)," ujar Zahra di Jakarta, Kamis.

Menurut Zahra, hal itu menjadi soal penting yang perlu dipertajam oleh timnas putri.

Namun, lanjut pesepak bola yang berposisi penyerang sayap tersebut, secara umum timnas putri sudah siap untuk menjalani debut di Asian Games.

"Meski perlu perbaikan di penyelesaian akhir, tetapi sektor lain seperti pertahanan sudah cukup baik. Kami siap menghadapi lawan-lawan di Asian Games," tutur perempuan berusia 17 tahun tersebut.

Di Asian Games 2018, timnas putri Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Taiwan dan Maladewa.

Skuat putri Garuda akan mengawali kiprahnya pada Kamis (16/8) menghadapi Maladewa di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, mulai pukul 18.30 WIB.

Meski Asian Games 2018 merupakan Asian Games pertama sepanjang sejarah timnas putri Indonesia, Muzdalifah menegaskan dirinya dan rekan tidak akan terbebani.

Baca juga: PSSI seleksi atlet timnas putri Asian Games 2018

Sebab, skuat timnas putri Indonesia yang dilatih Satia Bagdja dianggap sangat solid dan memberikan rasa nyaman kepada semua pemain.

"Kami saling menyemangati dan solidaritas antar-pemain sangat tinggi. Di sini tidak ada senioritas karena semua sadar kami berjuang untuk Indonesia, bukan yang lain. Seluruh pemain jadi nyaman untuk memberikan yang terbaik," tutur Zahra. ***4***

Pewarta:
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018