Jakarta (ANTARA News) - Mantan atlet bulu tangkis Indonesia Yuni Kartika ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) sebagai Wali Kota Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat, selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Kami harus mengatur penempatan kamar sesuai dengan jadwal pertandingan dan kehadiran atlet dan ofisial. Sampai saat ini terdapat sekitar 11 ribu atlet dan ofisial yang menempati enam menara di wisma atlet Kemayoran," kata Yuni Kartika selepas penyambutan kontingen Indonesia dan Suriah di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Yuni mengatakan tugasnya sebagai wali kota Wisma Kemayoran adalah mengatur kamar serta transportasi atlet dan ofisial perserta Asian Games 2018, termasuk ketika ada perubahan kedatangan dan kepulangan ke negara masing-masing peserta.

"Kami harus cermat untuk mengatur jadwal kehadiran mereka di sini yang seringkali berubah-ubah, termasuk karena ada kendala dalam penerbangan mereka," kata mantan atlet tunggal putri.

Wanita asal Semarang, Jawa Tengah, itu mengaku harus tegas saat menjalankan tugas untuk mengatur kamar dan transportasi atlet dan pelatih di wisma atlet, termasuk memastikan para penghuninya keluar dari kamar setelah usai mengikuti pertandingan Asian Games.

"Kami tidak akan memberlakukan denda. Tapi akan minta para atlet untuk tidak menambah waktu tinggal karena kamar-kamar itu akan dipakai oleh atlet lain," katanya.

Yuni mengatakan atlet akan terjamin keamanan, kebersihan, kenyamanan, pelayanan, hingga makanan mereka selama tinggal di wisma atlet.

Hingga Rabu (15/8), jumlah kontingen negara yang telah menempati Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 1.483 orang dari 37 negara. Mereka menempati 688 unit kamar di menara dua, menara tiga, menara empat, menara lima, menara enam, dan menara tujuh.

Kontingen Indonesia menempati menara enam dengan total atlet dan ofisial 178 orang. Mereka menempati 66 kamar.

Sementara, para petugas keamanan dan petugas INASGOC menempati menara satu di Wisma Atlet Kemayoran. ***4***

(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018