Jakarta (ANTARA News) - Hasil kurang sempurna diraih tim polo air putri Indonesia dalam Asian Games 2018 dengan menempati peringkat lima klasemen akhir, dan mengumpulkan nilai dua atau hanya menang satu kali dari lima laga yang dijalaninya.
     
Meski demikian, Siwabessy Ariel Dyah Cintia dan kawan-kawan mendapat apresiasi dari beberapa kalangan pencinta olahraga polo air, sebab Asian Games 2018 merupakan ajang perdana bagi Timnas putri Indonesia. Tapi mereka masih mampu mengimbangi beberapa permainan tim polo air kelas dunia, seperti China dan Kazakhstan.
     
Jika dilihat dari setiap pertandingan, permainan tim asuhan Zoran Kontic tidak terlalu mengecewakan, sebab beberapa kali sempat memberi perlawanan dan menyusahkan lawan-lawannya, bahkan beberapa kali mampu membuat ancaman di mulut gawang lawan.
     
Awalnya, timnas putri polo air Indonesia sempat diprediksi susah meraih kemenangan di turnamen ini karena beberapa lawan yang dihadapi cukup tangguh.
     
Namun demikian, prediksi itu mampu dibalikkan oleh perjuangan Siwabessy dan kawan-kawan, dan mereka mampu meraih kemenangan atas Hong Kong pada Jumat (17/8) meski cukup dramatis.
     
Kemenangan tipis dengan skor 9-8, awalnya juga susah diraih karena di babak ketiga Indonesia sempat tertinggal dulu 3-6 oleh Hong Kong.
     
Namun memasuki babak keempat, Siti Balkis dan Ariel Dyah membuat kejutan dengan dua gol di menit awal, dan membuat lawan cemas.
     
Pada menit akhir babak keempat, Indonesia yang tertinggal satu poin dari Hong Kong berusaha mati-matian untuk mengejar angka.
     
Gemuruh suara penonton di Stadion Aquatik untuk mendukung Timnas tertengar pada saat di dua menit terakhir, yakni ketika Nyoman Ayu Safitri mampu menyamakan kedudukan menjadi 8-8 lewat serangan balik cepat.
     
Sang Kapten Timnas Indonesia, Ariel Dyah akhirnya membuat stadion Aquatik GBK pecah dengan sorak sorai penonton karena mampu membuat satu gol penyelamat di menit terakhir dan membuat kemenangan untuk Indonesia dengan skor 9-8.

Perjalanan Timnas

Sementara itu, sebelum lawan Hong Kong Timnas putri polo air Indonesia mengawali laganya di Asian Games 2018 dengan menghadapi Jepang pada Kamis (16/8) dengan hasil kalah cukup telak telak 15-4, disusul lawan Hong Kong pada Jumat (17/8) yang menang tipis dengan skor 9-8.
     
Kemudian pada Minggu (19/8), Indonesia bertemu dengan juara bertahan Asian Games, China dan hasilnya kembali kalah telak 20-4, lalu Indonesia menghadapi laga penentuan untuk mendapatkan medali melawan Kazakhstan pada Senin (20/8), namun hasilnya kurang memuaskan dan kalah dengan skor 19-6.
     
Di laga terakhir, Indonesia bertemu dengan tim yang berpredikat juara ASEAN, yakni Thailand namun hasilnya juga kalah dengan skor 20-7.
      
Namun demikian, satu kemenangan yang diraih dari Hong Kong sebelumnya, mampu menyelamatkan Timnas dari posisi juru kunci klasemen polo air Asian Games 2018 dan menempatkan Indonesia di peringkat lima dari enam kontestan yang ikut cabang olahraga yang dipusatkan di Stadion Aquatik, Senayan ini. 
     
Salah satu pemain timnas yang menempati posisi sayap, Sarimanah Upiet mengaku sebenarnya secara tim Indonesia mempunyai peluang yang sama dengan tim-tim lain, namun faktor yang perlu dibenahi adalah kepercayaan diri pemain untuk mengembangkan permainannya.
      
Oleh karena itu untuk menghadapi SEA Games 2019, Upiet berharap ada pembinaan secara khusus kepada pemain agar bisa meningkatkan diri, khususnya dalam kepercayaan bermain secara tim.
      
"Sebenarnya kami tidak kalah dengan tim-tim lainnya, namun rekan-rekan kurang berani dalam melepaskan tembakan dan kurang percaya diri," kata Upiet.
      
Hal yang sama dikatakan Febrika Indirawati yang berposisi sebagai bek center di Timmas. Ia mengaku, banyak mendapat pengalaman di Asian Games 2018 dengan bertemu tim yang hebat-hebat. 
     
"Kami mendapat banyak pelajaran, dan bisa belajar teknik yang mereka gunakan. Karena tidak mudah gampang untuk main di sekelas Asian Games 2018, dan kesempatan baik untuk dijadikan modal buat SEA Games 2019," katanya.
     
Febrika berharap, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang bisa dijadikan sebagai pengalaman berharga untuk menatap event ke depan, dan meraih prestasi terbaik.
     
Sementara itu, pelatih timnas Zoran Kontic mengapresiasi permainan anak asuhnya selama di Asian Games 2018 yang sangat maksimal, meski hasilnya memang jauh dari keinginan.
     
"Inilah olahraga, dan dengan adanya Asian Games 2018 penampilan tim Indonesia akan lebih baik lagi di turnamen berikutnya, yakni Sea Games 2019 di Piliphina sehingga bisa meraih prestasi terbaik," katanya.
     
Zoran mengaku, target SEA Games 2019 yang ditentukan nanti sangat tinggi, sehingga dirinya akan mendorong anak asuhnya untuk lebih semangat lagi berlatih dan bermain.
     
"Kami akan membina mental pemain agar lebih berani, serta fokus pada kekuatan tim, sehingga target di SEA Games bisa tercapai," katanya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018