Majalengka, Jawa Barat (ANTARA News) - Tim kano slalom Indonesia bersyukur lolos ke final di kesempatan pertama bertanding di ajang Asian Games, meskipun tanpa membawa pulang medali dari empat nomor yang dipertandingkan di Bendungan rentang Majalengka, Jawa Barat, 21-23 Agustus 2018.

"Seperti yang saya katakan, kita memang tidak ada target medali, tapi kan harapan selalu ada, jadi patut disyukuri kita masuk final, dan pertandingan pertama ini akan menjadi pengalaman berharga ke depan," kata pelatih tim nasional kano slalom Indonesia Ayun Gunawan usai pertandingan final di Majalengka, Jawa Barat, Kamis (23/8).

Tiga atlet Indonesia lolos ke babak final di nomor kayak tunggal putri atas nama Sumita Kurnia yang bertanding pada Rabu (22/8), dan Arifal di nomor kayak tunggal putra serta Reski Kurnia di kano tunggal putri pada final hari kedua, Kamis (23/8).

Sementara wakil Indonesia di nomor kano tunggal putra, Nopriadi tersingkir di babak penyisihan pada Selasa (21/8) dengan waktu terbaik 127,28 detik yang menempatkannya di peringkat 15 atau yang terakhir.

Atlet putri Indonesia yang sebenarnya diunggulkan di nomor kano putri, Maryati, juga gagal di babak penyisihan dengan catatan waktu terbaik 216,93 detik.

Ayun mengakui anak latihnya masih kurang dalam semua aspek pertandingan kano slalom, baik latihan maupun pengalaman tanding.

Menurut Ayun, kelima atlet wakil Indonesia tersebut baru mulai berlatih intensif sebelum di Bendungan Rintang yang dibangun sesuai standard kano slalom di olimpiade itu pada 9 Agustus 2018, atau kurang dari dua minggu sebelum pertandingan dimulai.

Di masa yang relatif singkat itu pun, kadang-kadang mereka harus menunda latihan karena pintu air bendungan harus dibuka untuk irigasi persawahan di Majalengka dan Indramayu.

Tantangan lain yang harus dihadapi pelatih Ayun dan anak didiknya adalah masalah peralatan yang baru tiba di tangan timnas sekitar seminggu sebelum babak penyisihan.

Kurangnya jam terbang tim Indonesia di pertandingan internasional juga menjadi alasan mental Rezki Kurnia dan kawan-kawan belum kuat di Asian Games pertama mereka.

Lima sekawan itu terbilang sangat minim pengalaman tanding di ajang internasional. Maryati pernah mendapatkan medali perak di Kejuaraan Kano Asia di Jepang pada 2018 dan Sumita Kurnia meraih perunggu di Kejuaraan Kano Asia di Thailand pada 2017.

Sementara Arifal, Reski Wahyuni dan Nopriadi menjajal pertandingan internasional pertama mereka di Kejuaraan Asia di Thailand tahun lalu.

Faktor lainnya yang menjadi tantangan tim Indonesia adalah pembibitan atlet dengan spesialisasi slalom yang mengandalkan teknik untuk melewati 18 hingga 25 gawang rintang di lintasan berarus sepanjang 250 meter.

Bukan hal mudah bagi Arifal dan Nopriadi yang berasal dari disiplin kano sprint putra untuk mengarungi lintasan berarus dan melewati gwang rintang tanpa penalti, begitu pula dengan Sumita dan Reski yang berdisiplin kano sprint putri. Tantangan terasa lebih sulit lagi bagi Maryati yang sudah terbiasa bermain dalam tim dragon boat.

Oleh karena itu, Uyun berpendapat bahwa tim kano slalom harus mulai melakukan pembibitan atlet kano slalom untuk mengembankan kemampuan di cabang olahraga yang mengandalkan kecepatan sekaligus keahlian melewati gawang rintang tersebut.

"Sementara tim yang terbentuk ini diperkuat, kita perlu mulai melakukan pembibitan," kata dia.

Sebagai gambaran, peraih medali emas nomor kayak tunggal putra Xin Quan asal China telah mengikuti pelatihan nasional sejak berumur 18 tahun dan mendapatkan medali perak pertama pada Kejuaraan Kano Asia di Toyama, Jepang, pada 2016.

Atlet berusia 22 tahun itu meraih emas di laga final kayak tunggal putra Asian Games 2018 dengan catatan waktu terbaik, yakni 89,39 detik.

Di luar semua kekurangan itu, penampilan tim Indonesia yang bermain tanpa target medali dan hanya menampilkan kemampuan terbaik di ajang olahraga terbesar di Asia itu sangat patut diapresiasi.

Saat ditemui sebelum pertandingan, lima sekawan itu tampak optimistis dan selalu menunjukkan semangatnya. Reski dan Arifal, misalnya, sebelum pertandingan final, keduanya mengatakan hanya akan menjalani pertandingan dengan sebaik-baiknya.

Terbukti, Reski Wahyuni mencatatkan waktu 141,69 detik dan meraih peringkat ke-6 dari 8 negara. Sedangkan, Arifal finish dengan 108,96 detik dengan peringkat ke-7 dari 8 negara.

"Jarak waktu dengan para 'medalist' jauh, tapi ini lumayan untuk pemula," kata Ayun.

Cabang kano slalom di ajang Asian Games 2018 memperebutkan empat medali emas di empat nomor pertandingan, yakni kano tunggal putra yang diraih atlet Jepang Takuya Haneda, kayak tunggal putri juga diraih Jepang lewat Aki Yazawa, kano tunggal putri oleh atlet China Shi Chen, dan kayak tunggal putra yang juga diraih atlet China Xin Quan. 

Medali perak dan perunggu di nomor kano tunggal putra diraih atlet China Fangjia Chen dan atlet Kazakhstan Alexandr Kulikov. Sedangkan di nomor kayak tunggal putri, medali perak diraih atlet China Tong Li dan perunggu oleh atlet Chinese Taipei Chuhan Chang.

Di final hari kedua, Kamis (23/8), medali perak kano tunggal putri diraih atlet Chinese Taipei Weihan Chen dan perunggu oleh atlet Thailand Atcharaporn Duanglawa. Di nomor kayak tunggal putra, medali perak diraih atlet Jepang Kazuya Adachi dan perunggu oleh atlet Thailand Ludwig Hermann Husslein.

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018