Palembang (ANTARA News) - Atlet boling Jepang Ishimoto Mirai menempati urutan teratas pengumpulan skor blok pertama nomor pertandingan master putri Asian Games 2018 di Jakabaring Bowling Center (JBC) Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Minggu.

Atlet bernomor punggung 118 tersebut membukukan 1966 pin, atau terpaut 20 pin dari atlet Korea Selatan yang berada di urutan kedua Lee Yeonji dengan 1946 pin.

Disusul di peringkat ketiga andalan Singapura, Yeo Rouqi Joey yang mengumpulkan skor 1939 pin.

Sementara itu dua andalan Indonesia Tannya Roumimper dan Nadia Pramanik Nurmalina  harus berjuang keras untuk masuk ke zona medali. Tannya pada blok pertama menempati urutan ke-11 dari 16 peserta dengan nilai 1812 atau terpaut 154 pin dari Mirai.

Hal sama dengan Nadia Pramanik, yang pada all event menempati peringkat kedua, pada pertandingan master putri blok pertama harus tertahan di peringkat ke-14 dengan nilai 1772.

Tampil di lintasan medium, Tannya dan Nadia berusaha menjaga ritme menghadapi rivalnya dari Korea, Singapura, Jepang dan Chinese Taipei. Tak hanya duet Indonesia yang masih belum optimal pada blok pertama, dua atlet putri Malaysia juga Nathasha Mohamed Roslan dan Syaidatul Afifah Badrul Hamidi  berada di peringkat 12 dan 13.

Dengan hasil tersebut, duet Indonesia harus tampil all out pada blok kedua esok hari. Peluang keduanya cukup berat untuk bisa menembus zona medali.

"Peluang masih ada pada pertandingan besok di kintasan long oil. Pertandingan belum berakhir namun jelas harus meraih skor yang maksimum," kata manajer tim boling Indonesia, Ronny Arnold Mandagi.

 

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018