Jakarta (ANTARA News) - Indonesia memastikan satu emas ganda putra setelah terjadi “All Indonesian Final” dengan keberhasilan dua ganda tuan rumah mengatasi rintangan di babak semifinal Asian Games di Istora Senayan, Senin.

Ganda putra pertama yang melangkah ke final adalah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menumbangkan juara dunia Li Jun Hui/Liu Yu Chen dari China 21-14, 19-21, 21-13.

Langkah tersebut kemudian diikuti pasangan tuan rumah yang diunggulkan di tempat teratas Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menghentikan langkah ganda Chinese Taipei Lee Jhe Hui/Lee Yang juga dalam permainan tiga gim 21-15, 20-22, 21-12 dalam waktu 43 menit.

Pada gim pertama, Marcus/Kevin mampu tampil menekan sehingga terus unggul dalam pengumpulan poin dari awal hingga akhir pertandingan.

Namun, pemain Chinese Taipei yang tidak diunggulkan tersebut dapat mencuri gim kedua melalui pertandingan yang cukup ketat sejak awal permainan. Perolehan poin kedua pasangan pun saling susul menyusul.

Meskipun sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 14-14 dan 20-20, namun pasangan ganda putra Chinese Taipei mampu merebut gim kedua untuk memaksa dipertandingkannya gim penentuan.

Pada gim ketiga, pasangan tuan rumah sempat unggul 6-1 di awal pertandingan. Namun Lee/Lee bisa tampil konsisten sehingga mampu meraih poin demi poin untuk memperkecil ketertinggalan bahkan sempat menyamakan kedudukan.

Namun demikian, berkat dukungan suporter tuan rumah yang terus meneriakkan “Indonesia, Indonesia”, pasangan Marcus/Kevin bisa meraih kemenangan dan memastikan tiket ke babak final.

“Kami mencoba bermain dengan baik. Gim kedua saya banyak melakukan kesalahan saat servis. Banyak servis tanggung tetapi dapat diperbaiki di gim ketiga,” kata Kevin.

Hal senada disampaikan Marcus yang mengatakan bermain di rumah sendiri memiliki tekanan yang berbeda jika dibanding bermain di luar Indonesia.

“Pada gim ketiga, kami mencoba mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar unggul dan percaya diri hingga permainan berakhir,” katanya.

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018