Jakarta (ANTARA News) - Pertarungan ganda putra Indonesia antara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tengah berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Selasa.

All Indonesia Final ganda putra di Asian Games 2018 ini mengulang sejarah 44 tahun silam, yakni ketika Asian Games berlangsung di Tehran, Iran pada 1974.

Ada yang berbeda pada pertandingan kali ini. Kedua pasang ganda putra Tanah Air tidak didampingi pelatih mereka Herry Iman Pierngadi.

Koh Herry, demikian ia akrab disapa, memilih untuk menonton anak asuhnya dari tribun penonton sambil memegang segelas kopi.

"Saya nonton dari tribun penonton saja," kata Koh Herry ditemui sebelum pertandingan, Selasa.
 
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia peraih medali emas Marcus F Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya (kedua kanan), peraih medali perak Muhammad Rian Ardianto (kedua kiri) dan Fajar Alfian (kiri) berpose usai upacara penyerahan medali ganda putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah)


"All Indonesia Final" memperebutkan medali emas nomor ganda putra Asian Games 2018.

Saat berita ini ditulis, gim ketiga telah berlangsung setelah Fajar/Rian gagal mengamankan gim kedua.

Fajar/Rian unggul di gim pertama 21-13 atas duet Minion. Pada gim kedua, Marcus/Kevin memimpin 21-18.

Baca juga: "All Indonesia Final" ganda putra dipersembahkan untuk Lombok

Baca juga: "All Indonesia final" ganda putra, Indonesia pastikan satu medali emas

Baca juga: Tumbangkan juara dunia, Fajar/Rian ke final ganda putra Asian Games 2018

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018