Jakarta (ANTARA News) - Perum Percetakan Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) ternyata juga berperan dalam pelakasanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dan salah satu perannya adalah memberikan souvenir 40 lagu asli Indonesia kepada peserta kejuaraan empat tahunan itu.

"Lagu ini sama yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada Asian Games 1962 lalu. Namun jumlahnya lebih banyak. Salah satunya adalah Rasa Sayange. Ini adalah bentuk riil yang bisa kami sumbangkan untuk kesuksesan Asian Games," kata Direktur Utama Perum PNRI Djakfarudin Junus di Kantor INASGOC Senayan, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, apa yang dilakukan adalah sebuah panggilan sejarah. Apalagi Asian Games 2018 merupakan hajatan besar yang untuk datang lagi ke Indonesia membutuhkan waktu lama. Untuk menjadi tuan rumahpun bahkan harus menunggu 56 tahun. PNRI sebagai badan usaha milik pemerintah sangat tertantang untuk perperan di Asian Gamea 2018 ini.

"Kita punya Lokananta. Pada Asian Games 1962 membuat souvenir dengan menggunakan piringan hitam. Untuk saat ini kami siapkan dalam bentuk CD. Lagu yang didalamnya berasal dari Sabang hingga Merauke," katanya menjelaskan.

"Ini kami lakukan agar peserta Asian Games mengingat jika mereka pernah ke Indonesia. Tidak hanya untuk mengukir prestasi, namun juga untuk mengenal budaya termasuk lagu-lagu daerahnya," kata pria yang masa mudanya gemar bermain skateboard itu.

Saat ini PNRI bekerja sama dengan panitia penyelenggara Asian Games 2018 atau INASGOC mulai mendistribusikan CD yang berisi lagu-lagu asli Indonesia. Tidak hanya untuk atlet dari 45 negara, souvenir tersebut juga dibagikan kepada official dari negara peserta kejuaraan olahraga terbesar di Asia itu.

PNRI menyadari jika souvenir yang diberikan belum bisa memenuhi semuanya. Namun, untuk penyebarannya sudah dipastikan menjangkau kontingen dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Pihaknya ingin apa yang diberikan bisa menjadi Spirit of Asia.

"Kami harapkan penyebarannya merata. Harapan kami, peserta Asian Games lebih mengenal lagi Indonesia termasuk budaya dan keberagaman lagunya," kata pria berkaca mata itu.

Sementara itu perwakilan Deputi 1 INASGOC Nur Ali mengaku sangat mengapresiasi peran dari PNRI. Menurut dia, apa yang dilakukan merupakan cara lain untuk lebih mengenal Indonesia. Sebagai tuan rumah, Indonesia memang dituntut untuk bekerja secara maksimal.

"Kami sudah bergerak. Kemarin kami sudah memberikan souvenir ini kepada perwakilan kontingen Indonesia. Respon mereka sangat bagus," katanya di sela penyerahan souvenir secara resmi dari PNRI ke INASGOC.

Nur Ali juga cukup terkesan denga lagu-lagu yang ada dalam souvenir tersebut. Selain Rasa Sayange juga ada Sue Ora Jamu, Anging Mamiri, Nona Manis, Ala Tipang, Ina Ni Keke, Rayuan Pulau Kelapa, Potong Bebek Angsa hingga Halo-Halo Bandung.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018