Jakarta (ANTARA News) - Komandan Kontingen (Chef de Mission/CdM) Indonesia dalam Asian Games 2018 Komjen Pol. Syafruddin meyakini cabang pencak silat masih akan dipertandingkan dalam Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

"Sudah ada harapan dan titik terang, sudah ada pembicaraan antara Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Kita tunggu beberapa hari lagi," kata Syafruddin dalam jumpa pers di Pusat Layanan Media (Main Press Center) Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu malam.

Syafruddin mengatakan cabang lain yang juga masih diperjuangkan Indonesia agar tetap dipertandingkan dalam Asian Games 2022 adalah cabang panjat tebing.

"Pencak silat itu aturannya sangat terkendali melalui media elektronik berupa rekaman pertandingan. Saya mengikuti pertandingan pencak silat selama empat hari, semua terekam. Jika ada peserta yang protes, kita hanya perlu memutar lagi videonya," kata Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu berharap pencak silat dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.

"Apa yang telah dicapai pada cabang non-Olimpiade, seluruh pemangku kepentingan harus berjuang agar cabang non-Olimpiade masuk Olimpiade. Ada 52 negara yang mempunyai pengurus cabang pencak silat, kenapa tidak pencak silat masuk Olimpiade?" ujarnya.

Pada cabang pencak silat Asian Games 2018, Indonesia meraih 14 medali emas dan satu medali perunggu. Indonesia hanya kehilangan peluang medali emas cabang pencak silat pada nomor tanding putra kelas F (70-75kg) dan tanding putra kelas J (90-95kg).

Kontingen Indonesia, hingga pukul 20.00 WIB, telah mengumpulkan total 88 medali dengan rincian 30 medali emas, 22 medali perak, dan 36 medali perunggu.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018