Jakarta, (ANTARA News) - Objek wisata Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan,  menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan mancanegara, termasuk juga peserta Asian Games ke-18 tahun 2018 Jakarta-Palembang, Sumatera Selatan.
 
jun Hsin Lee, atlet asal Korea di Jakarta, Kamis, mengatakan kunjungan ke Kebun Binatang Ragunan tersebut, karena ingin mengetahui lebih dekat koleksi satwa di kebun binatang itu.
 
"Saya ingin mengetahui lebih dekat keberadaan kebun binatang yang ada di Jakarta. Temasuk juga koleksi satwa yang ada di sini," ujarnya.

Jun Lee mengaku kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berwisata, karena setelah bertanding masih ada waktu luang sebelum kembali ke negaranya.

"Sebelum saya pulang menyempatkan diri untuk berwisata, salah satunya ke Kebun Binatang Ragunan. Karena dalam buku panduan wisata, objek ini nampaknya menjadi salah satu favorit untuk dikunjungi," ucapnya.

Hal senada dikatakan Young Liung. Ia mengatakan, kunjungan ke objek wisata Ragunan tersebut akan menjadi kenangan saat mengikuti ajang olahraga empat tahunan negara-negara Asia.
 
"Cukup banyak koleksi dari kebun binatang ini. Banyak juga satwa yang dikembangbiakan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup mereka," ucapnya.

Menurut dia, bagi wisatawan atau peserta Asian Games yang masih di Indonesia pihaknya merekomendasi untuk mengunjungi Kebun Binatang Ragunan.

"Saya merekomendasi para peserta olahraga yang sudah selesai bertanding untuk berwisata ke Kebun Binatang Ragunan. Karena koleksinya cukup banyak untuk dijadikan pengetahuan, dan kenangan saat berkunjung di Jakarta," katanya.

Kebun Binatang Ragunan memiliki luas lahan seluas 140 hektare. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4.040 spesimen.
 
Lokasi tersebut merupakan kebun binatang pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1864 dengan nama "Planten En Dierentuin" yang artinya "Tanaman dan Kebun Binatang."

Saat itu, "Planten En Dierentuin" dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam "Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia".
 
Pada tahun 1949, nama "Planten En Dierentuin" diubah menjadi Kebun Binatang Cikini, dan pada tahun 1969 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tahun 1964.

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018