Palembang (ANTARA News) - Atlet Indonesia Andi Ameera Cakravastia mengatakan bertanding di triathlon Asian Games 2018 menjadi pengalaman yang benar-benar baru baginya di pertandingan tingkat olimpiade.

“Ini benar-benar pertama kali buat aku di jarak olimpik karena biasanya saya bertanding di jarak sprint. Saya belum pernah punya catatan waktu untuk tingkat olimpik,” kata Ameera usai pertandingan final triathlon putri di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat.

Ameera Cakravastia finis di ranking 17 dengan perbedaan waktu 39,25 menit dari juara pertama. Ia cukup beruntung bisa finis di peringkat itu, karena ada empat atlet yang cidera.

Atlet Jepang berhasil meraih medali emas lewat atlet Yuko Takahashi dengan catatan waktu 1 jam 59 menit dan 29 detik mengalahkan 21 kontestan lainnya. Medali perak diraih oleh Mengying ZHong dari China dengan selisih 1,47 detik lebih lama, dan perunggu didapatkan oleh Long Hoi dari Makau dengan selisih waktu 1,59 detik.

Ameera mengatakan sejak awal memang tidak dibebani target memperoleh medali karena ia tidak berpengalaman di pertandingan kelas olimpik dan lawan-lawannya lebih berpengalaman. Ameera pada saat sesi renang sempat tercecer di posisi 20, dan akhirnya bisa memperbaiki ke peringkat 17.

Atlet 17 tahun itu mengatakan ia sebenarnya sudah memulai triathlon sejak 2015. Namun, selama ini ia hanya mengikuti pertandingan triathlon kelas jarak (distance) sprint yang lebih singkat dari pertandingan AG 2018.

Pada pertandingan AG 2018, setiap atlet mengawali pertandingan dengan berenang di danau buatan di depan arena menembak Jakabaring Sport City sebanyak dua putaran (laps). Masing-masing putaran berjarak 750 meter, sehingga total setiap atlet harus berenang sejauh 1,5 kilometer (Km).

Kemudian mereka akan melakukan transisi ke sepeda sejauh 40 Km, yang teradiri dari enam laps dengan masing-masing berjarak 6,7 Km. Titik start dan finis bersepeda ada di depan arena menembak. Rute yang dilalui nanti para atlet akan melintasi wisma atlet, keluar ke jalan raya melalui pintu utama dan melintasi Tugu Parameswara, melewati rute lurus mengarah ke Jembatan Ampera namun berputar balik dan kembali ke titik awal bersepeda. 

Selanjutnya, atlet akan melanjutkan pertandingan dengan berlari sejauh 10 Km yang dibagi dalam empat laps. Rute lari tetap berada di dalam kompleks Jakabaring Sport City. 

“Sedangkan untuk sprint distance itu setengah dari yang sekarang dipertandingkan. Kalau di sini berenang 1,5 kilometer, di sprint distance hanya 750 meter, sepeda 20 kilometer dan lari enam kilometer,” katanya.

Meski gagal meraih peringkat bagus, namun ia mengatakan pengalaman di AG 2018 menjadi bekal berguna untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya di kelas olympic distance. Ia berjanji akan berusaha memperbaiki diri dengan latihan dan mendapatkan sepeda yang bisa lebih laju untuk pertandingan kelas dunia.

“Saya menyukai triathlon karena latihan lebih menyenangkan, tidak membosankan karena banyak atletnya dan lombanya bisa sekalian jalan-jalan,” kata Ameera sambil tersenyum.

Baca juga: Indonesia andalkan Andi Ameera di nomor elit putri triathlon
Baca juga: Tim mixed relay Triathlon belum targetkan medali

Pewarta: Febrianto Budi Anggoro
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018