Jakarta (ANTARA News) - Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengaku penyelenggaraan Asian Games 2022 di Hangzhou, China akan menghadapi tantangan besar menyusul penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, China dan Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar.

"Kami punya dua kegiatan besar pada tahun yang sama di Asia sebelum Asian Games di Hangzhou. Kami harus punya ide agar Asian Games tampil unik," kata Direktur Jenderal OCA Husain Al-Mussalam dalam jumpa pers di Pusat Layanan Media (MPC) Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu.

Husain mengatakan salah satu ide untuk mengusung Asian Games 2022 agar tampil berbeda dengan Olimpiade Musim Dingin serta Piala Dunia adalah penyematan teknologi-teknologi canggih dalam penyelenggaraannya.

"Kami harus mulai ide baru sesuai dengan kebutuhan anak-anak muda Asia dengan mengolaborasikan musik dan budaya," kata pria asal Kuwait itu.

Pria yang juga mantan atlet renang Kuwait itu mengatakan penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional bukan sekedar kompetisi melainkan juga tentang pemahaman yang lebih luas tentang perdamaian dan persahabatan internasional.

"Asia telah menunjukkan kepada dunia mampu menjadi mitra positif dalam pengembangan olahraga. Asia siap bekerja dengan semua pihak tanpa ada batasan dan memberikan apa yang kami punya," katanya.

Asia, lanjut Husain, juga memiliki sumber daya ekonomi serta sumber daya manusia yang memadai selain dukungan infrastruktur yang tidak kalah dari negara-negara di benua lain.

"Kami punya latarbelakang budaya yang berbeda dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena kami mengajak seluruh negara Asia dengan berbagai keragaman budaya untuk mengembangkan juga olahraga mereka," katanya.  

Baca juga: Bambang Hartono, salah satu orang terkaya Indonesia, terima bonus Asian Games Rp150 juta

Baca juga: Atlet terima bonus tanpa dipotong pajak

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018