Jakarta (ANTARA News) - China berpeluang untuk mengawinkan medali emas dari cabang olahraga bola basket Asian Games 2018 dalam rangkaian pertandingan perebutan medali yang dilangsungkan di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu.

Pasalnya, China menempatkan wakil mereka di partai final baik untuk nomor putra maupun putri dan berkesempatan untuk menambah catatan mereka mengawinkan medali emas bola basket Asian Games menjadi empat kali, setelah sebelumnya diraih pada 1982, 2006 dan 2010.

Di nomor putra, China akan menghadapi Iran yang memasuki partai final bola basket putra kedua berturut-turut.

Iran mencapai final pada 2014, namun kalah oleh tuan rumah Korea Selatan, dan tentunya Hamed Ehdadi tak menginginkan adegan menyaksikan tim lawan berkalung medali di Incheon, Korsel, kembali terjadi di Jakarta.

Ehdadi, veteran Liga Bola Basket Amerika Serikat (NBA) yang musim lalu melantai di Liga Bola Basket China (CBA), akan mendapatkan tugas berat untuk mengawal pergerakan Zhou Qi, center China yang kini berkarier di NBA bersama Houston Rockets.

Jika ia bisa menunaikan tugasnya dengan baik sebagaimana ia membatasi ruang gerak momok Korsel, Ricardo Ratliffe, di semifinal, Iran akan mendapatkan banyak keuntungan.

Sebaliknya, China tentu tidak akan sekadar mengandalkan Zhou Qi semata, masih ada nama Ding Yanyuhang yang berkontribusi krusial selama perjalanan Negeri Tirai Bambu itu menuju partai final.

China juga akan mendapat keuntungan lebih jika forward Iran, Arslan Kazemi Naeni, yang mengalami cedera di perempat final belum cukup bugar untuk melantai di final.

Baca juga: Beda nasib basket Indonesia, putri ketujuh putra kedelapan

Sementara tim putri China akan berhadapan dengan Korea Bersatu. Talenta muda China Li Yueru dan Han Xu bakal mendapatkan lawan sepadan ketika bertemu penggawa Korea yang kini melantai di Liga Bola Basket Wanita Amerika Serikat (WNBA) bersama Las Vegas Aces, Park Ji-su.

Ji-su yang baru mendarat di Jakarta jelang laga perempat final namun baru turun melantai pada semifinal, tampil krusial kala mengantarkan Korea ke final lewat catatan double-double 10 poin, 11 rebound, 3 assist dan 3 blok.

Di luar area bawah keranjang, China secara statistik lebih unggul lantaran dua penggawa mereka Wang Xuemeng dan Li Meng sejauh ini jadi penembak tripoin paling efisien di Asian Games 2018, masing-masing memiliki tingkat akurasi 63,2 persen dan 47,4 persen.

Jika berhasil mengawinkan medali emas, maka China akan menahbiskan diri sebagai tim terbaik dalam olahraga bola keranjang, setelah mereka juga sudah mengawinkan emas bola basket 3x3.

Baca juga: Filipina berpesta lawan Suriah, tapi hanya peringkat kelima basket putra

Sebelum China berupaya menunaikan ambisinya, Chinese Taipei juga berpeluang mengawinkan medali perunggu basket. Lantaran di nomor putra mereka akan menghadapi Korsel, sedangkan tim putrinya melawan Jepang.

Berikut jadwal perebutan medali cabang olahraga bola basket Asian Games 2018 yang dilangsungkan pada Sabtu.

10.00 WIB (Putri) Chinese Taipei vs Jepang
12.30 WIB (Putra) Korea Selatan vs Chinese Taipei
16.00 WIB (Putri) Korea Bersatu vs China
18.30 WIB (Putra) Iran vs China

Baca juga: Kazakhstan raih peringkat kelima basket putri Asian Games 2018

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018