Jakarta (ANTARA News) - Tim balap sepeda track Indonesia menunjukkan progres yang menjanjikan ketika berlaga pada balapan track Asian Games 2018 walaupun gagal di babak kualifikasi tiga disiplin yang digelar di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Senin.

Kepala pelatih timnas sepeda Indonesia Dadang Haris Purnomo ketika dijumpai di usai perlombaan, Senin mengungkapkan bahwa catatan waktu tim Indonesia, terutama untuk disiplin team sprint putri dan team sprint putra, cukup bersaing di balapan yang diikuti tim tangguh seperti China, Jepang, dan Korea itu.

"Untuk tim sprint putri sudah banyak peningkatan dan sangat luar biasa kita bisa pecah rekor nasional. Kita juga bisa melewati waktu Malaysia dan Thailand," kata Dadang.

Elga Kharisma Novanda/Crismonita Dwi yang diturunkan di team sprint putri hanya mampu mencatatkan waktu terbaik kelima dari delapan tim, yaitu 34,435 detik, setelah China, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang.

Catatan waktu Elga/Crismonita itu menggunguli catatan waktu tim Malaysia, India dan Thailand.

Bahkan catatan waktu Elga/Crismonita masih lebih cepat dari catatan waktu tim Hong Kong (35,024 detik) setelah kalah oleh China di final.

"Jadi sebenarnya sudah bermainnya di situ, 33 detik untuk kualifikasi, 34-35 detik di final," kata Dadang.

Sementara itu trio Rio Akbar/Puguh Admadi/Terry Yudha yang turun di team sprint putra harus juga puas dengan peringkat lima dengan waktu 44,895 detik, unggul dari Kazakhstan, Iran, Thailand, India dan Hong Kong.

"Malaysia masih di atas kita. Tapi ini luar biasa, progres anak-anak cukup bagus, tapi memang lawan masih terbaik seperti Jepang, China, Korea dan Malaysia, untuk putra," ungkap Dadang.

Pengecualian di disiplin team pursuit putra, tim balap Indonesia yang terdiri dari Bernard Benyamin van Aert/Projo Waseso/Nandra Eko Wahyudi/Elan Riyadi, tak lolos kualifikasi karena salah satu pebalap terjatuh di lintasan.

Tim Indonesia yang diberi kesempatan sekali lagi di akhir babak kualifikasi, kali ini menurunkan Robin Manullang untuk menggantikan Projo Waseso yang terjatuh, belum bisa menembus babak kualifikasi setelah hanya mencatatkan waktu 4 menit, 22,845 detik di peringkat 9.

Dadang melihat kecelakaan itu mungkin disebabkan karena tim asuhannya tidak terbiasa dengan spons yang dipasang di sisi dalam trek karena ketika latihan mereka tidak pernah memasang aksesoris lomba tersebut.

Karena tidak terbiasa, hal itu mengakibatkan kecepatan yang tidak merata di antara pebalap.

"Dengan kecepatan yang tidak merata, mereka bergoyang. Di situ ada spons, akhirnya dengan adanya spons tersebut pergerakan mereka terbatas, dari pada dia (Projo) menabrak teman, dia menabrak spons dan terjatuh. Itu yang saya amati," kata Dadang.

"Memang perlu setiap latihan, aksesoris 'event' harus ada semua untuk menghindari hal-hal seperti itu," kata Dadang.

Indonesia tidak menurunkan tim di disiplin team pursuit putri.

Balapan team pursuit putri dan putra akan dilanjutkan pada Selasa dalam balapan lanjutan pertama untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke final.

Tim balap sepeda China merajai nomor balapan track team sprint Asian Games 2018 dengan merebut dua emas di nomor putra dan putri.

Tim putra China yang diperkuat Jianxin Li/Chao Xu/Yu Zhou melahap balapan sejauh tiga lap itu dengan waktu 44,160 detik untuk mengamankan medali emas.

Sementara di tempat kedua adalah tim Malaysia yang harus puas dengan medali perak setelah finis dengan catatan waktu 44,598 detik.

Medali perunggu team sprint putra diraih oleh Jepang yang mengalahkan Korsel di babak final memperebutkan tempat ketiga.

Di team sprint putri China yang diperkuat Junhong Lin/Tianshi Zhong mengalahkan Hong Kong yang menurunkan Yin Yin Li/Wing Yu Ma, dengan waktu 33,118 detik di balapan sepanjang dua lap itu.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh tim putri Korea Selatan yang mengalahkan Jepang di babak final perebutan tempat ketiga.

Tim Indonesia masih mempunyai peluang untuk mencuri medali di sejumlah disiplin balapan track seperti Madison, Keirin, Omnium, dan sprint individu, yang akan digelar di Velodrome, Rawamangun, dari 27-31 Agustus.


 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018